PEMETAAN PASANG SURUT DAN ARUS LAUT PULAU BATAM DAN PENGARUHNYA TERHADAP JALUR TRANSPORTASI ANTARPULAU

Sudra Irawan

Abstract


TIDAL AND CURRENT MAPPING OF BATAM ISLAND AND THEIR EFFECT ON THE INTER-ISLAND TRANSPORTATION


The strategic geographical position of Batam Island makes sea transportation become a basic means connecting the islands of the Riau Islands, Riau, Kalimantan, even with neighboring Singapore and Malaysia. The development of coastal areas and the determination of the transportation ways needs tidal and ocean currents data. This study measures and analyzes the tidal type usingmeasuring signs and current patterns using Lagrangian method, then presented in the web form. Five research sites were selected by purposive sampling method with a measurement time of 24 hours in one hour intervals. The results showed that the type of tidal in Batam Island in general is semidiurnal tide. Tidal period an average of 12 hours and 24 minutes. Wave height of about 0.2 to 2.77 meters from the south to the northwest. Batam Island ocean current patterns ranging from 0.02 m/s to 0.1 m/s from north towards the northeast. Tidal and current survey is one of the conditions in developing inter-island transportation. The tidal and current is useful in design port building, determining the route of transport, port basin design and planning of the breakwater.

Keywords: current patterns, lagrangian, signs measure, tidal, transport route.


ABSTRAK

Posisi geografis Pulau Batam yang strategis membuat jalur transportasi laut merupakan sarana dasar menghubungkan antarpulau di Kepulauan Riau, Riau, Kalimantan, bahkan dengan negara tetangga Singapura dan Malaysia. Pengembangan wilayah pesisir dan penentuan jalur transportasi membutuhkan data pasang surut dan arus laut. Penelitian ini mengukur dan menganalisis tipe pasang surut dengan rambu ukur dan pola arus dengan metode metode Lagrangian, kemudian disajikan dalam bentuk web. Dipilih lima lokasi penelitian berdasarkan metode Purposive Sampling dengan waktu pengukuran 24 jam dalam interval satu jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipe pasang surut pulau Batam secara umum adalah pasang surut harian ganda (semidiurnal tide). Periode pasang surut rata-rata 12 jam 24 menit. Tinggi gelombang sekitar 0,2 sampai 2,77 meter dari arah selatan ke arah barat laut. Pola arus laut pulau Batam berkisar antara 0,02 m/s sampai 0,1 m/s dari arah utara ke arah timur laut. Survei pasang surut dan arus laut merupakan salah satu syarat dalam mengembangkan transportasi antarpulau. Pasang surut dan arus berguna dalam kegiatan perancangan bangunan pelabuhan, penentuan rute transportasi, perancangan kolam pelabuhan, dan perencanaan pemecah gelombang.

Kata kunci: jalur transportasi, lagrangian, pasang surut, pola arus, rambu ukur.

Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Atmodjo, W. (2011). Studi penyebaran sedimen tersuspensi di muara Sungai Porong Kabupaten Pasuruan. Buletin Oseanografi Marina, 1(1), 60-81.

Basuki, S. (2006). Ilmu ukur tanah. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Coremap Kota Batam (2007). Penetapan lokasi marine management area Coremap Kota Batam, SK Walikota Batam No. KPTS.114/HK/VI/2007.

Diposaptono, S. (2007). Karakteristik laut pada kota pantai. Direktorat Bina Pesisir, Direktorat Jendral Urusan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil. Jakarta: Departemen Kelautan dan Perikanan. Jakarta.

Pemerintah Kota Batam (2014). Batam dalam Angka. Batam. Bapedda Kota Batam.

SNI 7646 (2010). Survei hidrografi menggunakan single beam echosounder. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional.

Sudjana (2005). Metoda statistika. Jakarta: Tarsito.

Sutirto & Diarto (2014). Gelombang dan arus laut lepas. Kupang: Graha Ilmu.

Triatmodjo, B. (2003). Pelabuhan. Yogyakarta: Beta Offset.




DOI: http://dx.doi.org/10.21107/jk.v9i1.1150

Refbacks



Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.




 INDEXED BY:
ISSN: 1907-9931 (Print), 2476-9991 (Online)