MANISFESTASI KONSEP TA'ÂWUN DALAM ZAAKWAARNEMINGPERSPEKTIF HUKUM PERIKATAN

Galuh Widitya Qomaro

Abstract


ABSTRAK

Humans as social beings always need help from others. There needs to be a harmonious relationship between human beings for the peaceful life. One way to maintain this condition is to have a sense of empathy and sympathy. A form of good attitude of empathy and sympathy in society which is categorized as legal action is zaakwaarneming. In the Civil Code (KUHPerdata) zaakwaarneming is referred to as a voluntary representative where someone represents someone's interests or carries out the affairs of another person, voluntarily to do the help until the end or until the person those who are managed by their interests are able to do their own business. This paper attempts to discuss zaakwarneming in terms of legal norms, social norms and Islamic norms.

 

ABSTRAK

Manusia sebagai makhluk sosial selalu membutuhkan adanya bantuan dari orang lain. Diperlukan adanya hubungan harmonis antara sesama manusia agar kehidupan yang tentram dan damai dapat terwujud. Salah satu cara untuk menjaga kondisi tersebut adalah dengan memiliki rasa empati dan simpati.Wujud sikap empati dan simpati yang baik dalam masyarakat yang dikategorikan sebagai tindakan hukum salah satunya adalahzaakwaarneming.Di dalam Kitab Undang-undang Hukum Perdata (KUHPerdata)zaakwaarnemingdisebut sebagai perwakilan sukarela dimana seseorang mewakili kepentingan seseorang ataumelakukan pengurusan suatu urusan orang lain, secara sukarela baik dengan sepengetahuan maupun tanpa sepengetahuan yang diwakili, terikat untuk melakukan perbuatan itu sampai selesai atausampai orang yang diurus kepentingannya mampu untuk melakukanurusannya sendiri.Paper ini berusaha membahas mengenai zaakwarneming dalam pandangan norma hukum, norma sosial dan norma agama Islam.

 

Keyword:Zaakwaarneming, Ta'âwun, Islam.


Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Agustina, Rosa, Suharnoko, Hans Niewenhuis, Jaap Hijma, Hukum Perikatan (Law of Obligations), Bali: Pustaka Larasan, 2012

al-Albani, Markaz al-Imâm, Nubdzatul ‘Ilmiyyah fit Ta’âwun asy-Syar’iy wat Tahdzîr minal Hizbiyyah, tt, 1422H.

al-Din, Abu ‘AbduAllah Ibn Ahmad Ibn Abu Bakar Ibn farh al-Anshari al-Khazraji Syamsy, Al-Jâmi’ li Ahkâmil-Qur‘ân, tahqîq: ‘Abdur-Razzaq al-Mahdi, Bairut: Dâr Al-Kitab Al-‘Arabi, 1421H

Apeldoorn, van, L.J., Pengantar Ilmu Hukum, Jakarta: Pradnya Paramita, 1999

Badaruhman, Mariam Darus, K.U.H.Perdata Buku III Hukum Perikatan Dengan Penjelasan, Bandung: Alumni, 1983

Dardiri, A.,Urgensi Memahami Hakekat Manusia, Jurnal Universitas Negeri Yogyakarta, 2007

Fuadi, Nurul, Konsepsi Etika Sosial dalam Al-Quran, Disertasi, Yogyakarta, 2009

Hendrawan, Akhmad Fathoni, Suhariningsih, M.Hamidi Masykur, Perlindungan Hukum Bagi Gestor Yang Telah Melakukan Zaakwaarneming (Perwakilan Sukarela) Tanpa Disetujui Pembayaran Biaya Oleh Dominus, media.neliti.com

Intan, Nadia, Eksistensi Hukum dalam Hidup Bermasyarakat, web.unair.ac.id

Isma’il, Muhammad bin “Abdullah Bukhari al-Jak”fi, tahqiq: Mustofa, al-Jami Sahih al-Muhtasar, Bairut: Dar ibnu Katsir, 1987

Juanita, Grace,Pengaruh Kaidah Bukan Hukum Dalam Proses Pembentukan Kaidah Hukum, Jurnal Hukum Pro Justisia, 2007

Kansil., C.S.T., Pengantar Ilmu Hukum Dan Tata Hukum Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, 1989

Kitab Undang-Undang Hukum Perdata

Marzuki, Peter Mahmud, Pengantar Ilmu Hukum, Jakarta: Kencana, 2015

Masduki, Filosofi Interaksi Sosial Lintas Agama: Wawasan Islam, Jurnal Toleransi, Vol. 6, 2014, 108.

Muhsin Hariyanto, Membangun Tradisi Ta'âwun, https:repository.umy.ac.id

Nasr, Seyyed Hossein, Traditional Islam in the Modern World, London and New York: Kegan Paul International, 1990

Rahardjo, Satjipto, Ilmu Hukum, Bandung: Citra Aditya Bakti, 2014

Subekti, Pokok-Pokok Hukum Perdata, Jakarta: Intermasa, 1982

Vollmar, H.F.A., PengantarStudi Hukum Perdata, Jakarta: Rajawali, 1989


Refbacks

  • There are currently no refbacks.