Membaca Peluang Kyai Dalam Upaya Penguatan Lembaga Perbankan Syariah Di Madura

Lailatul Qodariyah

Abstract


ABSTRAK
Dalam sejarah Umat Islam di Indonesia, Kyai memiliki kontribusi yang cukup besar bagi kehidupan masyarakat, tidak hanya pada persoalan agama tetapi juga sosial, ekonomi bahkan politik. Di Madura, Salah satu daerah di Jawa Timur yang terkenal kuat religiusitasnya,- bahkan- menganggap kyai sebagai tokoh sentral dan yang menjadi rujukan dari setiap permasalahan hidup yang dihadapi. Saat ini, salah satu persoalan yang dihadapi adalah kurangnya apresiasi positif umat Islam terhadap eksistensi bank syariah. Telah banyak strategi bank syariah yang diterapkan untuk dapat meningkatkan respon dan minat masyarakat terhadap bank syariah namun tidak dapat dipungkiri bahwa upaya tersebut tidak berjalan maksimal. Karenanya, diperlukan upaya yang lebih kongkret misalnya melalui pelibatan pihak- pihak yang memang memiliki tempat dihati masyarakat dan untuk konteks kemaduraan pihak tersebut adalah kyai. Peluang Kyai untuk dapat menguatkan institusi perbankan syariah di Madura cukup besar karena saran dan nasehat kyai bagi masyarakat Madura adalah suatu “kewajiban” yang tidak menyisakan ruang untuk dilanggar dan tidak dilaksanakan. Jika Kyai memberikan pemahaman tentang bank Syariah kepada masyarakat dan menstimulasi mereka untuk bergabung dan beralih pada bank Syariah, maka akan sangat mungkin perkembangan bank syariah di Madura yang masyarakatnya mayoritas Muslim ini menjadi sangat pesat. Demikian pentingnya peran kyai bagi masyarakat Madura.

Keyword : Kyai, Bank Syariah, Madura


References


A. Latief Wiyata, Madura yang patuh?kajian antropologi mengenai budaya Madura( Jakarta : CERIC- FISIB UI,2003

Abdul Qadir Jailani, Peran Ulama dan Santri dalam Perjuangan Politik Islam di Indonesia (Surabaya: PT. Bina Ilmu, 1994)

Ali Hasan, Marketing Bank Syariah : Cara Jitu Meningkatkan Pertumbuhan Pasar Bank Syariah ( Bogor : Penerbit Ghalia Indonesia,2010)

Ali Maksum, Ajakan Suci Pokok-pokok Pikiran tentang NU, Pesantren dan Ulama (DIY: Lajnah Ta’lif wa Nasyr, 1995)

al-Shabuni, Shafwat al-Tafasir, Juz 13 (Beirut: Dar al-Fikr, tt)

Azyumardi Azra et.al (eds.) Menteri-menteri Agama RI Biografi Sosial-Politik, Jakarta: INIS, PPIM, Balitbang Agama Departemen Agama RI, 1998)

Bambang Sambu Badriyanto, Karakteristik Etnik dan Hubungan Antar Etnik, Ringkasan Hasil Penelitian, Universitas Jember,tt,

Harry J. Benda, The Crescent and the Rising Sun: Indonesian Islam under the Japanese Occupation 1942-1945 (The Hague: W. van Hoeve, 1958)

Howard M. Federspiel, Contemporary Southeast Asian Muslim Intellectuals: An Examination of the Sources for their Concepts and Intellectual Constructs, (Montreal,Canada, 1996)

M Muchlis Sholichin “ Tipologi Kyai Madura: Telaah terhadap silsilah dan keberagamaan Prilaku kyai kyai di Pamekasan ” dalam Jurnal Karsa vol XI No 1 April 2017

M. Quraisy Syihab, Membumikan Al-Qur’an (Jakarta: Mizan, 1991)

Martin van Bruinessen, NU Tradisi, Relasi-relasi Kuasa Pencarian Wacana Baru (Yogyakarta: LKiS, 1994),

Muhammad Djakfar “ Prospek Perbankan Syariah: Studi Pandangan ElitePesantren Salafiyah Perkotaan Di Sampang Madura” dalam jurnal Salam volume13 No 1 Januari- Juni 2010

Musthafa al-Maraghi, Tafsir al-Maraghi, Juz 8 (Beirut: Dar al-Fikr, 1989)

Zamakhsyari Dhofier, “K. H. A. Wahid Hasyim, Rantai Penghubung Peradaban Pesantren dengan Peradaban Indonesia,” Prisma, No. 8, 1984




DOI: https://doi.org/10.21107/dinar.v1i2.2727

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Lailatul Qodariyah

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Journal Dinar Indexed by:

          

Creative Commons License

Dinar: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam by Universitas Trunojoyo Madura is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.