Menjaga Tradisi Minum Jamu Madura Dengan Penyampaian Pesan Interpersonal Kesehatan Antara Peramu Dan Pengguna

Ekna Satriyati

Abstract


The tradition of drinking herbal medicine is an effort to maintain body and mind health and to cure diseases based on local knowledge of the Madurese community. This study aims to describe efforts to maintain the tradition of drinking herbal medicine through the delivery of interpersonal messages between the maker to the user. The research used qualitative phenomenon-based herbal drinking tradition with data collection through observation and interview to informants and analyzed to get meaning about the form of interpersonal message delivery. The study found the form of interpersonal messages in the form of delivery of herbal products with health issues, disease complaints, prevent and overcome the disease. The profound meaning of cultural messages is the motivation to balance physical and mental health.

Keywords


drinking jamu tradition, Madurese herbal medicine, interpersonal message, Bangkalan Madura

Full Text:

PDF

References


Ahimsa-Putra, Heddy Shri. 1985. “Etnosains dan Etnometodologi. Sebuah Perbandingan” dalam Jurnal Masyarakat Indonesia Tahun XII No.2. 103-133.

Beers, SJ. 2001. Jamu, the ancient Indonesian Art of Herbal Healing. Hongkong: Periplus Editions HK.Ltd.

Cassirer, Ernst. 1987. Manusia dan Kebudayaan : Sebuah Esei Tentang Manusia (terjemahan oleh Alois A.N.). Jakarta: PT. Gramedia.

Foster, G.M. dan Anderson, B.G. 1986. Antropologi Kesehatan (terjemahan oleh Meuthia Hatta dan Priyanti Pakan). Jakarta: UI Press.

Handayani, L.,Suharmiati, Suharti S.,Koesmi R.S., Badrijah Dj, Setia P. 1996/1997. Inventarisasi Jamu Madura yang Dimanfaatkan untuk Perawatan Kesehatan dan Pengobatan Gejala penyakit yang Berkaitan dengan Fungsi Reproduksi Pada Wanita.Laporan Penelitian tidak dipublikasikan. Surabaya: BalitBang Departemen Kesehatan RI.

Handayani, L., Suharti S. 1998. “Pemanfaatan Jamu Rapat dan Keputihan serta Tradisi yang Menyertai Pada Masyarakat Madura” Artikel pada Prosiding Seminar Nasional Etnobotani III bertema Kebijakan Masyarakat Lokal Dalam Mengelola dan Memanfaatkan Keanekaragaman Hayati Indonesia. Denpasar-Bali 5-6 Mei.

Handayani, L., Haryadi Suparto, Agus Suprapto. 2001. “Traditional system of Medicine in Indonesia” dalam Prosiding Seminar Internasional World Health Organization Regional Office for South-East Asia bertema Traditional Medicine in Asia. New Delhi.

Handayani, L. 2003. Membedah Rahasia Ramuan Madura. Jakarta: Agromedia Pustaka.

Jordaan, Roy E. 1982. Tombuwan in the Dermatology of Madurese folk-medicine. Leiden: KITLV.

--------------------.1985. Folk Medicine in Madura (Indonesia). Leiden: Tesis tidak Dipublikasikan.

Mangestuti, Subehan, Widya Waruyanti dkk. 2007. “Traditional Medicine of Madura Island in Indonesia” dalam Journal of Traditional Medicine. Vol.24 No.3. Hal. 90-103.

Mulyana, Deddy. 2008. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Salisah, Nikmah Hadiati. 2011. “Komunikasi Kesehatan : Perlunya Multidisipliner dalam Ilmu Komunikasi” dalam Jurnal Ilmu Komunikasi, Vol. 1 No.2, Bulan Oktober. Hal. 170-193.

Spradley, James P. 1997. Metode Etnografi. (terjemahan oleh Mizbah Z.E). Yogyakarta: Tiara Wacana.

Warsito, Hendri. 2011. Obat Tradisional Kekayaan Indonesia. Yogyakarta : Graha Ilmu.

World Health Organization (WHO). 2008. Traditional Medicine. Fact Sheet 134, Geneva: World Health Organization.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


All publications by DIMENSI - Journal of Sociology are licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.