Optimasi Dosis Pupuk Dolomit pada Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) Belum Menghasilkan Umur Satu Tahun

- Sudradjat, - Fitriya

Abstract


Kelapa sawit merupakan komoditi perkebunan utama karena sebagai sumber devisa negara dan menyediakan lapangan kerja. Indonesia adalah negara produsen terbesar kelapa sawit di dunia dengan luas areal mencapai 10.1 juta hektar. Peningkatan produktivitas dicapai dengan intensifikasi antara lain dengan melakukan rasionalisasi pemupkan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis optimum pupuk dolomit pada tanaman kelapa sawit belum menghasilkan umur satu tahun. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Pendidikan dan Penelitian Kelapa Sawit IPB-Cargill, Jonggol, Bogor dari bulan Maret 2013 sampai Maret 2014. Rancangan yang digunakan adalah Faktorial Tunggal,  dosis pupuk dolomit,  yang disusun dalam lingkungan Acak Kelompok dengan tiga ulangan. Dosis pupuk dolomit yang diuji  terdiri atas 0, 200, 400, dan 600 g tanaman-1 tahun-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk dolomit meningkatkan secara nyata terhadap peubah tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, dan kandungan khlorofil daun, namun tidak berpengaruh terhadap kandungan Mg dalam jaringan daun. Berdasarkan tanggap peubah tinggi tanaman, dosis optimum pupuk dolomit untuk tanaman kelapa sawit pada umur satu tahun adalah 306.4 g dolomit tanaman-1tahun -1.

 

Kata kunci: dolomit, dosis optimum, kelapa sawit, respons fisiologi, respons morfologi.


Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Arsyad, A.R., H. Junedi, Y. Farni. 2012. Pemupukan kelapa sawit berdasarkan potensi produksi untu meningkatkan hasil tandan buah segar (TBS) pada lahan marginal. Jurnal Penelitian Universitas Jambi Seri Sains. 14(1): 29-36.

[DITJENBUN] Direktorat Jendral Perkebunan Kementrian Pertanian. 2013. Produksi dan luas areal perkebunan di Indonesia. Jakarta (ID): Kementan.

[FAOSTAT] Food and Agriculture Organization of The United Nations. 2013. Top Export Indonesia 2010. [internet]. [diunduh 20 Mei 2013]. Tersediadari:http://faostat3.fao.org/home/FAOSTAT export pal oil 2010.htm

Farhana, M.A. M. R., Yusop, M.H. Harun, A.K. Din. 2007. Performance of tenera population for the chlorophyll contents and yield component. in. International Palm Oil Congress (Agriculture, Biotechnology & Sustainability). Proceedings of the PIPOC: 2007 Agustus 26-30; Malaysia. Malaysia: Malaysia palm oil board. hlm 701-705.

Hakim M. 2007. Kelapa sawit: teknis agronomis dan manajemennya (tinjauan teoritis dan praktis). Lembaga pupuk indonesia. Jakarta. 296 hal.

Havlin, J.L., J.D Beaton, S.L. Tisdale, W.L. Nelson. 2004. Soil fertility and fertilizer. 7th edition. Peerson prentice hall. P, new jersey. Page. 176.

Lubis, R. E., A. Widanarko. 2011. Buku Pintar Kelapa Sawit. Jakarta (ID): Agromedia Pustaka.

Mangoensoekarjo, S., dan A.T. Tojib. 2005. Manajemen Budidaya Kelapa Sawit. S Mangoensoekarjo dan H Semangun, editor. Yogyakarta (ID): UGM Pr. hlm 1 – 301.

Mattjik, A.A., I.M. Sumertajaya. 2006. Perancangan Percobaan dengan Aplikasi SAS dan Minitab. Jilid I. Bogor (ID): IPB Pr. hlm 276.

Ningsih, E.P. 2013. Optimasi dosis pupuk kalsium dan magnesium pada bibit kelapa sawit (Elaesis guineensis Jack) di pembibitan utama. Tesis. Sekolah Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Pahan I. 2010. Panduan Lengkap Kelapa Sawit. Jakarta (ID): Penerbit penebar swadaya.

Rankine I., T.H. Fairhurst. 1999. Management of phosporus, potassium, and Dolomit in mature palm oil. Better Crops International. 13(1): 10 - 15.

Sastrosayono, S. 2003. Budi Daya Kelapa Sawit. Jakarta (ID): Agromedia Pustaka.

Uexkull, V.H.R, . 1992. Oil Palm (Elaeis guineensis Jacq.). Wichmann, editor. Berne (CH): IFA World Fertilizer Use Manual. hlm 245 – 253.

Yudhi, AN. 2010. Kajian status hara tanah dan jaringan tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di kebun kelapa sawit balai pengkajian dan pengembangan pertanian terpadu (BP3T) Kecamatan Tambang Ulang Pelaihari Kabupaten Tanah Laut. Jurnal Agroscientiae. 17(1): 3 – 4.




DOI: http://dx.doi.org/10.21107/agrovigor.v8i1.741

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2015 Agrovigor