Hubungan karakteristik morfofisiologi Tanaman kersen (Muntingia calabura)

Nur Holis, Ismail Saleh

Abstract


Kersen (Muntingia calabura) merupakan salah satu tumbuhan liar yang belum dimanfaatkan secara optimal. Tumbuhan ini dapat dimanfaatkan sebagai tanaman obat dengan memanfaatkan daun atau buahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik morfologi dan fisiologi daun, bunga, dan buah kersen. Penelitian dilakukan dengan mengambil sampel tanaman kersen di wilayah Cirebon dan Kuningan, Jawa Barat dengan ketinggian tempat yang berbeda. Lokasi pengambilan sampel tanaman kersen yaitu Pilang (4 mdpl), Bima (15 mdpl), Gronggong (135 mdpl), Cilimus (476 mdpl), dan Cigugur (960 mdpl).Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2015 – Maret 2016. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa daun kersen memiliki karakteristik berdaun tunggal dengan panjang dan lebar daun berturut-turut 10.67 cm dan 4 cm. Bunga kersen termasuk ke dalam bunga sempurna dengan mahkota berwarna putih dan kelopak berwarna hijau. Buah kersen berbentuk bulat dan ketika muda berwarna hijau dan merah ketika sudah matang. Bobot buah kersen yang sudah matang berkisar 1.71 g. Kadar vitamin C buah kersen berkisar 2.31 mg/g bobot basah dan tingkat kemanisan (padatan total terlarut) buah kersen yaitu 19.14 % Brix. Berdasarkan hasil analisis korelasi, luas daun berkorelasi positif dengan diameter ovari dan bobot buah. Bobot buah kersen berkorelasi negatif dengan tingkat kemanisan buah.


Keywords


karakterisasi; padatan total terlarut; vitamin C

References


Atmaja, I. S., I. Saleh, , R. Eviyati, D. Budirokhman. 2016. Kajian aplikasi pupuk kandang dan pupuk NPK terhadap kualitas dan mutu jambu biji merah (Psidium guajava L.) kultivar getas pada musim kemarau. Agrovigor, 9(2), 111-117.

Gardner, F. P., R.B. Pearce, R.L. Mitchell. 2008. Fisiologi Tanaman Budidaya. (S.H. Subiyanto, Penerj.) Jakarta: UI Press.

Glimn-Lacy, J., P.B. Kaufman. 2006. Botany Ilustrated (2nd ed.). New York: Springer.

Gomathi, R., N. Anusuya, S. Manian. 2013. A dietary antioxidant suplementation of Jamaican cherries (Muntingia calabura L) attenuates inflammatory related disorders. Food Sci. Biotechnol., 22(3), 787-794.

Heyne, K. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia. Jakarta: Badan Litbang Kehutanan Jakarta.

Jamsari, Yaswendri, M. Kasim. 2007. Fenologi perkembangan bunga dan buah spesies uncaria gambir. Biodiversitas, 8(2), 141-146.

Kolar, F. R., V.S. Kamble, G.B. Dixit. 2011. Phytochemical constituents and antioxidant potential of some underused fruits. African Journal of Pharmacy and Pharmacology, 5(18), 2067-2072.

Krishnaveni, M., R. Dhanalakshmi. 2014. Qualitative and quantitaive study of phytochemicals in Muntingia calabura L. leaf and fruit. World Journal of Pharmaceutical Research, 3(6), 1687-1696.

Kubola, J., M. Siriamornpun. M. Naret. 2011. Phytochemicals, vitamin C and sugar content of Thai Wild Fruit. Food Chemistry, 126, 972-981.

Mintowati, E., Kuntorini, Setya, Maria. 2013. Struktur anatomi dan uji aktivitas antioksidan ekstrak metanol daun kersen (Muntingia calabura). Semirata FMIPA Universitas Lampung. Bandar Lampung: FMIPA Universitas Lampung.

Pardal, S.J. 2001. Pembentukan buah partenokarpi melalui rekayasa genetika. Buletin AgroBio, 4(2), 45-49.

Preethy, K.N., R. Vijayalakshmi, R. Shamna, J.M. Sasikumar. 2010. In vitro antioxidant activity of extracts from fruits of Muntingia calabura Linn. from India. Phcog J., 2(14), 11-14.

Putri, K.P., A.A. Pramono. 2013. Perkembangan bunga, buah, dan keberhasilan reproduksi jenis saga Adenanthera pavonina. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman, 10(3), 147-154.

Ragasa, C.Y., M.C. Tan, D. Chiong, C. Shen. 2015. Chemical constituents of Muntingia calabura L. Der Pharma Chemica, 7(5), 136-141.

Rahman, M. M., M.S. Fakir, M.M. Rahman. 2010. Fruit growth of China cherry (Muntingia calabura). Botany Research International, 3(2), 56-60.

Salisbury, F. B., C.W. Ross. 1995. Fisiologi Tumbuhan. (S. Lukman, Penerj.) Bandung: ITB.

Setiawan, E. 2015. Perkembangbiakan Tanaman. Bangkalan: UTM Press.

Sibi, G., Naveen, R., Dhananjaya, K., Ravikumar, K. R., & Mallesha, H. (2012). Potential use of Muntingia calabura L. extract against human and plant pathogens. Phcog J., 4(34), 44-47.

Siddiqua, A., K.B. Premakumari, R. Sultana, Vithya, Savitha. 2010. Antioxidant activity and estimation of total phenolic content of Muntingia calabura by colorimetry. International Journal of Chem. Tech. Research., 2(1), 205-208.

Sufian, A. S., N. Ramasamy, N. Ahmat, Z.A. Zakaria, M. Izwan, M. Yusof. 2013. Isolation and identification of antibacterial and cytotoxic compounds from the leaves of Muntingia calabura L. Journal of Ethnopharmacology, 146, 198-204.

Surjowardojo, P., I. Sarwiyono, Thohari, A. Ridhowi. 2014. Quantitative and qualitative phytochemicals analysis of Muntingia calabura. Journal of Biology, Agriculture and Healthcare, 4(16), 84-88.

Winarno, F. G. 2002. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Yunahara, F., S. Setyorini, L.S. Witha. 2009. Uji aktivitas antioksidan pada buah talok dengan metode DPPH dan Rancimat. Seminar PATPI (hal. 9-16). Jakarta: Fakultas Farmasi Universitas Pancasila.




DOI: http://dx.doi.org/10.21107/agrovigor.v12i2.5418

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Agrovigor: Jurnal Agroekoteknologi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.