Studi Distribusi Aktif dan Penularan Nematoda Entomopathogen Heterorhabditis spp Isolat Lokal dibawah Tanah

Gita Pawana, Achmad Amzeri, Ahmad Djunaidy

Abstract


Sehubungan dengan terbatasnya informasi dasar dari aktivitas nematoda entomopatogen (NEP) isolat lokal (Bangkalan Madura) sebagai entomopathogen bagi serangga tanah yang sebenernya merupakan inang dan habitat aslinya, selanjutnya tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisa distribusi aktif Heterorhabditis spp isolat lokal pada kondisi tanah dengan struktur lepas terkait dengan keberadaan bahan organik dan mikrob, serta potensi penularannya. Pemdekatan metode yang digunakan adalah dengan meletakkan inang NEP pada berbagai kedalaman  dan jarak horizontal, serta menambahkan berbagai kandungan bahan organik dan mikrob pada media terdistribusi dan analisa mono siklus penyakit dan populasi inang. Selanjutnya mortalitas inang dianalisa 4 hari setelah suspensi NEP diberikan pada media. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa distribusi vertikal keatas atau kebawah juga horizontal dari Heterorhabditis spp isolat lokal dalam waktu 4 hari optimum sampai pada kedalaman 24 – 26 cm dari permukaan tanah. Kandungan bahan organik dan mikrob pendekomposer tanah tidak mempengaruhi kemampuan distribusi. Kedua isolat juga dapat bertindak sebagai sumber inokulum untuk penularan dalam populasi inangnya dengan jumlah invidu lebih dari 7 – 8  ekor, dengan periode letalnya 13 hari.

Full Text:

PDF

References


Bal, H.K., P. S. Grewal, R. Taylor. 2009.Lateral movement of the entomopathogenic nematode Heterorhabditis bacteriophora in soil under laboratory conditions OARDC Annual Research Conference

Brown, G.C., dan Hasibuan. 1995. Conidial discharge and transmission efficiency of Neozigites floridana and entomophatogenic fungus infecting two spotted spider mites under laboratory condition. J. Invertebr. Pathol. 65:10-16

Brown, G.C. 1987. Modeling. Di dalam: Fuxa, J.R., dan Y. Tanada [editor]. 1987. Epizooticologyof insect disease. New York (US): John Wiley & Sons. Hal. 453-470.

Griffin, C.T. 2015. Behaviour and population dynamics of entomopathogenic nematodes following application. In Nematode Pathogenesis of Insects and Other Pests: Ecology and Applied Technologies for Sustainable Plant and Crop Protection. Springer. Berlin. Germany: 57–95.

Jabbour, R., M. E. Barbercheck. 2008. Soil and habitat complexity effects on movement of the entomopathogenic nematode Steinernema carpocapsae in maize.Biological Control.Vol.47. No. 2: 235-243.

Kaya. H. K. 2018. Soil Ekology. Di dalam: Gaugler, R dan H. K. Kaya [Editor] 2018. Entomopathogenic Nematodes in Biological Control. CRC Press.

Kapranas, A., A. M. D. Maher, C. T. Griffin. 2017. The influence of organic matter content and media compaction on the dispersal of entomopathogenic nematodes with different foraging strategies. Parasitology. 144: 1956–1963.

Lewis, E.E., J. Campbell, C.T. Griffin, H. K. Kaya, A. Peters. 2006. Behavioral ecology of entomopathogenic nematodes. Biol. Control 38, 66–79.

Ou, W., W. Liang, Y. Jiang, Q. Li, D. Wen. 2005. Vertical distribution of soil nematodes under different land use type in aquic brown soil. Pedobiogia. 9:207-205.

Shapiro. D. I., D. J. Bruck, L. Alacey. 2012. Priciples of Epizzootic and Microbial Control Di dalam: Vega, F. E., H. K. Kaya [Editor] 2012. Insect Pathology Second Edition. academic Press.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.