Inokulasi Cendawan Fusarium sp. dari Berbagai Tanaman Inang dan Diameter Batang terhadap Pembentukan Kemedangan Gaharu Jenis Gyrinophs versteegii

Faishal Irfandi

Abstract


Infektivitas dan efektivitas cendawan Fusarium sp. dalam pembentukan kemedangan gaharu dapat dipengaruhi oleh jenis isolat dan umur tanaman. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat efektivitas cendawan Fusarium sp. dari berbagai tanaman inang terhadap pembentukan kemedangan pada berbagai diameter batang tanaman Gyrinophs versteegii. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 9 perlakuan yang diulang 3 kali sehingga terdapat 27 perlakuan tanaman. Perlakuan yang diberikan adalah tanaman inang pisang + diameter < 3 cm (ID1), tanaman inang pisang + diameter 3-4 cm (ID2), tanaman inang pisang + diameter > 4 cm (ID3), tanaman inang terong + diameter < 3 cm (ID4), tanaman inang terong + diameter 3-4 cm (ID5), tanaman inang terong + diameter > 4 cm (ID6), tanaman inang tomat + diameter < 3 cm (ID7), tanaman inang tomat + diameter 3-4 cm (ID8), dan tanaman inang tomat + diameter > 4 cm (ID9). Teknik inokulasi pada batang tanaman gaharu menggunakan teknik inokulasi injeksi (suntik). Variabel penelitian yang digunakan adalah luas jaringan terinfeksi (cm2), warna jaringan terinfeksi (dalam skoring), tingkat aroma kemedangan (dalam skoring) dan analisis kadar minyak atsiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh cendawan Fusarium sp. dari berbagai tanaman inang terhadap pembentukan kemedangan gaharu pada berbagai diameter batang tanaman memberikan pengaruh nyata terhadap variabel luas jaringan terinfeksi dan warna jaringan terinfeksi. ID3 adalah perlakuan yang menunjukkan terbaik dari semua perlakuan yang diaplikasikan disebabkan diameter batang lebih dari 4 cm.

 Kata kunci: Fusarium sp., Gaharu, Gyrinophs verstegii


References


Agrios, G.N. 2004. Plant Pathology. Ed ke-5. California: Academic Press. Inc.

Hartatik, W., dan Setyorini, D. Tanpa Tahun. Pemanfaatan Pupuk Organik untuk Meningkatkan Kesuburan Tanah dan Kualitas Tanaman. Balai Penelitian Tanah. Bogor.

Herawati, C., R. Batubara., dan E.B.M. Siregar. 2010. Perubahan Kimia Kayu pada Gubal Gaharu. 117 – 125.

Isnaini, Y. 2008. Peran Pelukaan Alami dalam Pembentukan Gubal Gaharu: Studi Kasus Pada Aquilaria malaccensis Lamk. Koleksi Kebun Raya Bogor. Buletin Kebun Raya Indonesia. Vol 11 (1): 36 – 40.

Mega, I.M., D.K. Suanda, D.N. Kasniari., W. Suena., dan M.A.O. Parwarata. 2012. Formulasi Inokulan Jamur Pembentuk Gubal Gaharu pada Tanaman Ketimunan (Gyrinophs versteegii). Agrotrop. 2(2):139-144.

Mukarlina, Khotimah, S., dan Rianti, R., 2010. Uji Antagonis Trichoderma harzianum Terhadap Fusarium spp. Penyebab Penyakit Layu pada Tanaman Cabai (Capsicum annum) Secara In Vitro. Fitomedika. 7 (2): 80 – 85.

Novriayanti, E. 2008. Peranan Zat Ekstraktif dalam Pembentukan Gaharu Aquilaria crassna Pierre ex Lecomte dan Aquilaria microcarpa Baill. Institut Pertanian Bogor. 44 – 50.

Santoso, E., Agustini, L., Sitepu, I. R., dan Turjaman, M. 2007. Efektivitas Pembentukan Gaharu dan Komposisi Senyawa Resin Gaharu pada Aquilaria spp. Penelitian Hutan dan Konservasi Alam. 04 (06):543–551.

Subowo, Y.B. 2010. Jamur Pembentuk Gaharu Sebagai Penjaga Kelangsungan Hidup Tanaman Gaharu (Aquilaria sp.). J. Tek. Ling. Vol 11(2): 167 – 173.

Suhendra, A., Yuda, dan Dwi. 2012. Aplikasi Inokulasi Fusarium untuk Mempercepat Proses Pembentukan dan Produksi Gubal Gaharu di Kabupaten Penajam Paser Utara Kalimantan Timur. Prosiding Insinas.

Sumarna. 2002. Budidaya Gaharu, Seri Agribisnis. Jakarta: Penebar Swadaya.

Sumarna, Y. 2012. Budidaya Jenis Pohon Penghasil Gaharu. Bogor: Departemen Kehutanan.

Sutrisno, E. 2011. Inokulasi Jamur Fusarium sp. dalam Media Biakan Padat dan Cair Terhadap Pembentukan Gaharu pada Pohon Karas (Aquilaria malaccensis, Lamrk). 01 – 16.

Syukur dan W. Muda. 2015. Gaharu dan Cara Penyuntikan Gubal Gaharu pada Pohon Gaharu. Balai Penelitian Jambi. Jambi..


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.