PENGARUH ATRAKTAN TERHADAP LALAT BUAH PADA TANAMAN BELIMBING DI KABUPATEN BLITAR

Moch. Sodiq, Sudarmadji ., Sutoyo .

Abstract


Lalat buah telah menjadi salah satu hama penting pada tanaman belimbing (Averrhoa carambola L.).  Guna mengatasi serangan lalat buah, petani selalu membungkus buah dan memasang atraktan metil eugenol pada tanaman belimbing pada saat tanaman berbunga sampai dengan buah belimbing dipanen, namun hasilnya belum optimal dalam mengendalikan lalat buah, sehingga perlu dicari cara lain untuk mengendalikan lalat buah belimbing yang lebih efektif.  Penelitian dilakukan pada lahan belimbing petani Kabupaten Blitar.  Sedangkan untuk mengetahui jenis lalat buah yang menyerang buah belimbing, dilakukan identifikasi di Laboratorium HamaTanaman.  Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dan setiap perlakuan diulang 4 kali.  Parameter yang diamati adalah spesies, intensitas serangan, jumlah, dan kelamin lalat buah yang terperangkap.

            Hasil penelitian menunjukkan bahwa atraktan tidak berpengaruh terhadap intensitas serangan lalat buah.  Lalat buah yang terperangkap hanya satu spesies yaitu Bactrocera carambolae dan kombinasi jenis atraktan, perangsang bau pakan, warna dan volume tempat atraktan tidak berpengaruh terhadap ketertarikan lalat buah jantan dan betina.

 Kata kunci : pengaruh, atraktan, lalat buah


Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Anonim. 2008. Ampas Bir Umpan Lalat Buah. Tabloid Sinar Tani, Edisi 23 – 29 Januari 2008, No. 3236 Tahun XXXVIII. Hal. 22

Cunningham, R.T. 1975. Oriental Fruit Fly : Thickened Formulation of Methyl Eugenol in Spot Application for Male Annihilation. J. Econ. Entomol. 68 (6) :861 – 864.

Cunningham, R.T and D.Y. Suda. 1985. Male Annihilation of the Oriental Fruit Fly, Dacus dorsalis Handel (Diptera : Tepritidae). A New Thickener and Extender for Methyl Eugenol (Formulation). Econ Entomol. 78 (2) : 503 – 504.

Kalshoven, L.G.E. 1981. Pests of Crops in Indonesia. Revised by VD Laan – PT Ichtiar Baru – Van Hoeve.

Liu, Y. C. Yech. 1984. Population Fluctuation of the Oriental Fruit-Fly Dacus dorsalis Hendel, in Sterile – Fly Release and Control Areas, Abst. Rev. App. Entomol. Series A.72(8) : 5339.

Pantastico, B. 1986. Fisiologi Pasca Panen. Penanganan dan Pemanfaatan Buah-buahan dan Sayur-sayuran Tropika dan Subtropika. Diterjemahkan oleh Kamariyani.Fakultas Tehnologi Pert. UGM - Gajah Mada University Press. P. 160 – 189.

Ranganath, H. R., M. A. Suryanarayana, and K. Veenakumari. 1997. Management of Melon Fly (Bactrocera (Zeugo dacus) cucurbitae) in Cucurbits in South Andaman. Insect Environment 3(2): 32 – 33.

Sodiq, M., Sudarmadji, Sutoyo. 2015. Efektifitas Atraktan terhadap Lalat Buah Belimbing di Jawa Timur. Jurnal Agrotrop Vol. 5 No. 1, Mei 2015. FP Udayana Denpasar Bali. 71 – 79.

White and D.L. Hamcock. 1997.CABIKEY to the Dacini (Diptera : Tephritida) of the Asian, Pecific and Australasian Regions. Walling ford. Ford, Uk : CABI.

Wong, T.T.Y., D.O. Mc Innis and N. Mochizuki. 1985. Seasonal Distribution and Abundance of Adult Male Oriental Fruit Flies (Diptera : Tephritidae) in Kula, Maui Hawaii. J. Econ. Entomol 78 : 1267 – 1271.

Zahara, H., M. Kasim dan Indrasti. 1999. Pengendalian Hama Lalat Buah Belimbing Manis dengan Minyak Melaleuca di Kecamatan Jagakarsa, Jakarta. Prosiding Seminar Nasional Peranan Entomologi dalam Pengendalian Hama yang Ramah Lingkungan dan Ekonomis, PEI Cabang Bogor, 16 Februari 1999 : 813 – 822.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.