Peran Kompetensi Penyuluh Pertanian pada Keterampilan Petani Bawang Merah

Mohamad Ikbal Bahua

Abstract


Penyuluh pertanian dalam upaya mengubah perilaku petani bawang merah menjadi petani yang berkualitas perlu mempunyai kompetensi teknis budidaya tanaman maupun kompetensi manajerial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik penyuluh pertanian, menganalisis faktor-faktor kompetensi penyuluh pertanian yang berhubungan dengan keterampilan petani bawang merah, dan menganalisis kekuatan hubungan kompetensi penyuluh pertanian dengan keterampilan petani bawang merah. Metode penelitian ini adalah ex post facto. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Gorontalo. Data penelitian di analisis menggunakan uji Korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukan bahwa penyuluh pertanian di Kabupaten Gorontalo tersebar pada sejumlah karakteristik individu, yaitu: umur penyuluh, masa kerja, jumlah petani binaan, tingkat pendidikan, dan pelatihan yang pernah diikuti penyuluh. Kompetensi penyuluh memiliki keeratan hubungan dengan keterampilan petani bawang merah melalui dimensi kompetensi kepribadian, kompetensi andragogik, kompetensi profesionalisme, dan kompetensi sosial.


Keywords


penyuluh pertanian, keterampilan petani bawang merah

Full Text:

PDF

References


Andrews, K. B., & Lockett, L. L. (2013). Using Non-Extension Volunteering as an Experiential Learning Activity for Extension Professionals. Journal of Extension, 51(1), 5–7. Retrieved from https://joe.org/joe/2013february/pdf/JOE_v51_1iw6.pdf

Anwas, O. M. (2011). Kompetensi Penyuluh Pertanian dalam Memberdayakan Petani. Jurnal Matematika, Saint Dan Teknologi, 12(1), 46–55. Retrieved from http://jurnal.ut.ac.id/index.php/JMST/articel/download

Arifin, M. (2015). Analisis Tingkat Kepuasan Petani Terhadap Kinerja Pelayanan Penyuluh Pertanian (Studi Kasus di BP3K Kalibawang, Kab. Kulon Progo, D.I. Yogyakarta). Agrica Ekstensia, 9(1), 40–49.

Bahua, M. I. (2016). Kinerja Penyuluh Pertanian. Yogyakarta: Deepublish.

Firman. (2013). Teknolologi Budidaya Bawang Merah di Lahan Marjinal. Kalimantan Tengah. Palangkaraya.

Mardapi, M. (2003). Pelatihan dan Manajemen Personalia. Jakarta: Pustaka Karya.

Mardikanto, T. (2009). Penyuluhan Pembangunan Pertanian. Surakarta: Sebelas Maret University Press.

Marliati, M. (2008). Pemberdayaan Petani untuk Pemenuhan Kebutuhan Pengembangan Kapasitas dan Kemandirian Petani Beragribisnis (Kasus di Kabupaten Kampar Provinsi Riau). Institut Pertanian Bogor.

Murfiani, F., & Jahi, A. (2006). Kompetensi Penyuluh dalam Pengembangan Modal Agribisnis Kecil di Kabupaten Bogor. Jawa Barat. Jurnal Penyuluhan, 2(4).

Riduwan, R. (2014). Metode dan Teknik Menyusun Data. Bandung: Alfabeta.

Sapto, H. (2008). Membangun Sistem Keprofesian Penyuluh Pertanian. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 4(1), 38–46.

Slamet, M. (2003). Pemberdayaan Masyarakat dalam Membentuk Pola Perilaku Manusia. Bogor: IPB Press.

Titus, A. A. (1994). Competence at Work, by Lyle M. Spencer, Jr., and Signe M. Spencer. (1993). New York: Wiley. 372 pp. Human Resource Development Quarterly, 5(4), 391–395.




DOI: http://dx.doi.org/10.21107/agriekonomika.v7i2.4489

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2018 Agriekonomika

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


Agriekonomika Journal Indexed by:

 

            
 
 
Creative Commons License
Copyright @ 2013 Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesia