KARAKTERISTIK DAN PERSEPSI MASYARAKAT DESA WONOASRI, KECAMATAN TEMPUREJO, KABUPATEN JEMBER TERHADAP KEGIATAN PEMULIHAN EKOSISTEM TAMAN NASIONAL MERU BETIRI

Dodit Ari Guntoro

Abstract


Pemulihan Ekosistem di Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) dilakukan sebagai upaya untuk mencapai suatu kondisi masa depan tertentu sesuai dengan tujuan pengelolaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan persepsi masyarakat desa Wonoasri terhadap kegiatan Pemulihan Ekosistem.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Teknik pengambilan sampel  dilakukan secara acak terhadap 34 petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Mitra Rehabilitasi (KETANMERAH). Data selanjutnya dianalisa menggunakan pendekatan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik masyarakat desa Wonoasri berusia produktif dan rata-rata telah berpartisipasi selama 13 tahun. Persepsi petani KETANMERAH terkait pengetahuan Pemulihan Ekosistem dan kesediaan melakukan pembibitan mandiri memiliki nilai tinggi dikarenakan Program Rehabilitasi di TNMB telah berjalan sejak tahun 1999. Persepsi terkait jumlah tanaman pokok yang dipersyaratkan dan kesediaan meninggalkan lahan rehabilitasi memiliki nilai sedang. Hal ini terkait jumlah dan jenis tanaman pokok petani yang belum sesuai Kesepakatan serta ketergantungan yang tinggi terhadap lahan rehabilitasi.

CHARACTERISTIC AND PERCEPTION OF WONOASRI COMMUNITY TEMPUREJO DISTRICT JEMBER ON ACTIVITIES OF ECOSYTEM RECOVERY IN MERU BETIRI NATIONAL PARK

ABSTRACT
Ecosystem recoveryin Meru Betiri National Park (TNMB) was conducted to reach a certain condition as it listed in the objective of management. This research was conducted to evaluate the characteristic and perception of Wonoasri communityon the activities of ecocystem recovery. This reseach method was descriptive. Data were collected random on thirty-four (34) respondens member of  KelompokTani Mitra Rehabilitasi (KETANMERAH). Data were then analyzed with Likert scale. The results showed that charateristic of  Wonoasri community involved in therecovery activities were in productive age. The average of their participations in those activities was around 13 years. Perception of those farmers on knowledge of ecosystem recovery was high as the rehabilitation program in TNMB have been conducted since 1999. Perception on the number of major plants  and willingness to leave the rehabilitation area was moderate. The species and total amount of major plants was not appropriate according the agreement with TNMB as well as there was a high dependency of farmers on the rehabilitation area.


Keywords


Agroforestri; Daerah Penyangga; Petani Rehabilitasi; Tanaman Pokok

Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Adhawati, S. S. (1997). Analisis Ekonomi Pemanfaatan lahan Pertanian Dataran Tinggi di Desa Parigi (Hulu DAS Malino) Kabupaten Gowa. Universitas Hasanuddin Makassar.

Amzu, E. (2007). Sikap Masyarakat dan Konservasi Suatu Analisis Kedawung (Parkia timoriana (DC) Merr) Sebagai Stimulus Tumbuhan Obat Bagi Masyarakat, Kasus di Taman Nasional Meru Betiri. Institut Pertanian Bogor.

Andri, K. B. (2014). Profil dan Karakter Sosial Ekonomi Petani Tanaman Pangan Di Bojonegoro. Agroekonomika, 3(2), 167–179.

Badan Pusat Statistik Jember. (2015). Statistik Kecamatan Tempurejo 2015. Jember.

Foresta, D., & Michon G. (1997). The Agroforest Alternative To Imperata Grasslands : When Smallholder Agriculture and Forestry Reach Sutainability. Agroforestry System, 36, 105–120.

Gubernur Jawa Timur. (2015). Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 68 Tahun 2015 tentang Upah Minimum Kabupaten/Kota di Jawa Timur Tahun 2016.

Mamuko, F., Walangitan, H., & Tilaar, W. (2016). Persepsi Dan Partisipasi Masyarakat Dalam Upaya Rehabilitasi Hutan Dan Lahan Di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Eugenia, 22(2), 80–92.

Meru Betiri. (2007). Kesepakatan Kerjasama Antara Balai Taman Nasional Meru Betiri dengan Kelompok Tani Bonangan Tentang Pengelolaan Kawasan di Zona Rehabilitasi Taman Nasional Meru Betiri. Jember.

Purwanti, R. (2007). Pendapatan Petani Dataran Tinggi Sub DAS Malino ( Studi Kasus : Kelurahan Gantarang , Kabupaten Gowa ). Penelitian Sosial Dan Ekonomi Kehutanan, 4(3), 257–269.

Sinaga, S. M. (2013). Manfaat Agroforestri Bagi Masyarakat di Zona Rehabilitasi Taman Nasional Meru Betiri. Institut Pertanian Bogor.

Sulistiyowati, H., Winarso, S., Suciati, L. P., Guntoro, D. A., & Atmojo, N. D. (2016). Kajian Pra Pemulihan Ekosistem TN. Meru Betiri.

Watemin, & Budiningsih, S. (2015). Pemberdayaan Petani Melalui Penguatan Modal Kelembagaan Petani Di Kawasan Agropolitan Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang. Agroekonomika, 4(1), 50–58.

Widiarti, A. (2013). Pemulihan Hutan Dengan Partisipasi Masyarakat (Forest Recovery with Community Participation). Penelitian Hutan Dan Konservasi Alam, 20(2), 215–228.




DOI: http://dx.doi.org/10.21107/agriekonomika.v6i1.1974

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2017 Agriekonomika

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



Agriekonomika Journal Indexed by:

         
 
 
Creative Commons License
Copyright @ 2013 Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture Trunojoyo University