KAJIAN KETERKAITAN PRODUKSI, PERDAGANGAN DAN KONSUMSI SAYURAN HIDROPONIK UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI KONSUMSI DI KOTA PALEMBANG

Muhammad Arbi

Abstract


Data yang dikumpulkan pada penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer dilakukan melalui observasi dan wawancara langsung dengan pelaku usaha budidaya sayuran dengan sistem hidroponik berdasarkan tuntutan daftar pertanyaan yang diajukan meliputi identitas pengusaha, proses pemasaran/perdagangan. Sementara pengambilan sampel untuk konsumen dilakukan dengan metode penarikan sampel kemudahan, yaitu sampel diambil berdasarkan kemudahan bagi peneliti dengan cara mewawancarai konsumen yang sedang membeli sayuran hidroponik. Operasional teknis wawancara dilakukan satu per satu, satu konsumen selesai menjawab semua pertanyaan baru mewawancarai responden lainnya. Dalam hal ini peneliti menetapkan responden untuk dijadikan sampel sebanyak 40 konsumen. Data sekunder merupakan data-data yang mendukung penelitian yang akan  melengkapi data primer. Lokasi penelitian ditentukan dengan sengaja (purposive sampling), sedangkan sampel penelitian ditetapkan dengan metode Cluster sampling. Pada daerah contoh ini diambil masing-masing 1 pengusaha tanaman sayuran organik dengan sistem hidroponik. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji bagaimana peta sebaran produksi tanaman sayuran hidroponik dan mengkaji bagaiman peta perdagangan sayuran hidroponik serta untuk mengethui  karakteristik konsumen sayuran hidroponik di Kota Palembang. Hasil penelitian menunjukkanbahwa  jumlah pengusaha sayuran  hidroponik di Kota Palembang saat ini jumlahnya masih cukup terbatas dan belum tersebar secara merata di setiap wilayah sehingga hal ini berpengaruh terhadap jumlah produksi dan permintaan pasar. Terdapat dua pengusaha sayuran hidroponik yang masih aktif diantaranya di  PPLH-Unsri Kecamatan Ilir Barat I  dengan produksi jumlah rata-rata produksi sebanyak 1.6 ton/tahun dan di Kediaman Bapak Adie Alqodri di Kecamatan Ilir Timur I dengan jumlah rata-rata produksi 3,3 ton/tahun. Sementara untuk mekanisme pemasaran  produk sayuran hidroponik dilakukan dengan cara promosi lewat media internet, selebaran, dan dengan mengikuti ajang pameran. Selain itu pemasaran sayuran dilakukan dengan cara kerjasama dengan pihak supermarket diantarnya carrefur, hypermart, dan diamond serta ada juga konsumen yang datang sendiri ke tempat

Keywords


Usaha budidaya sayuran hidroponik, pemasran dan karakteristik konsumen.

Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Badan Pusat Statistik. 2013. Sumatera Selatan Dalam Angka. Badan Statistik Propinsi Sumatera Selatan.

Williams, Uzo, dan Peregrine, 1993. Produksi Sayuran di Daerah Tropika. Gadjah Mada Press. Yogyakarta.

Rubatzsky V.E. dan Yamaguci, 1998. Sayuran Dunia I, Prinsip, Produksi, dan Gizi. Institut Teknologi Bandung. Bandung.

Watemin, S. Budiningsih. 2015. Pemberdayaan Petani Melalui Penguatan Modal Kelembagaan Petani di Kawasan Agropolitan Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang. Agriekonomika 4(1): 50–58.




DOI: http://dx.doi.org/10.21107/agriekonomika.v5i1.1359

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Agriekonomika

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.



Agriekonomika Journal Indexed by:

         
 
 
Creative Commons License
Copyright @ 2013 Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture Trunojoyo University