Karakteristik Petani Muda Agribisnis dan Faktor-faktor yang Mepengaruhi Alih Fungsi Lahan di Malang

Eri Yusnita Arvianti, Salbinus Abin

Abstract


Fungsi lahan pertanian di Indonesia sekarang ini harus bersaing dengan pemukiman, bidang industri dan properti. Upaya perlindungan terhadap status lahan sawah kemudian menjadi bagian yang paling urgen. Optimisme perlu dibangun dengan pandangan bahwa dengan membina petani muda agar berjiwa agribisnis (wirausaha) maka pembangunan sektor pertanian akan tetap berlanjut. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mengetahui karakteristik petani muda di Malang, mengetahui dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi praktik alih fungsi lahan di daerah penelitian, mengetahui model komunitas petani muda di Malang. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Curungrejo, Desa Jatirejoyoso, Desa Mangunrejo, dan Panggungrejo Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah proportionate stratified random sampling.  Hasilnya adalah karakteristik petani muda yang paling banyak dimiliki adalah yang bersemangat di bidang agribisnis, kemudian dilanjutkan dengan karakteristik berusahatani sendiri, dan yang menganggap bertani sebagai usaha utama menduduki peringkat ketiga. Sedangkan variabel yang berpengaruh terhadap praktik alih fungsi lahan adalah kendala irigasi, resiko usahatani, harga jual lahan dan tingkat pendapatan.

Full Text:

PDF

References


Barus, B. (2012). Pemetaan Potensi Konversi Lahan Sawah dalam Kaitan Lahan Pertanian Berkelanjutan dengan Analisis Spasial. Bandung: Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan IPB, Pusat Pengkajian Perencanaan dan Pengembangan Wilayah IPB.

Flynn, Dave. (2015). Sustainable Rice Culture in Asia. World Journal of Social Science: Sciedu Press. 2(2), 14-26.

Kuncoro, Mudrajad. (2001). ”Metode Kuantitatif: Teori dan Aplikasi untuk Bisnis dan Ekonomi”. Yogyakarta: UPP-AMPP YKPN.

Njeru, Lucy K. (2015). Influence of Kenyan Youth’s Perception towards Agriculture and Necessary Interventions; a Review Asian Journal of Agricultural Extension Economics & Sociology. 5(1), 40-45.

Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia. (2013). Pedoman Pengembangan Generasi Muda Pertanian.

Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia. (2015). Rencana Strategis Kementerian Pertanian Tahun 2015-2019.

Suputra, Arwan. (2012). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Alih Fungsi Lahan Studi Kasus di Subak Daksina, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung. E-Journal Agribisnis dan Agrowisata, 1(1), 61-68.

Undang-undang Republik Indonesia. (2009). Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan.




DOI: http://dx.doi.org/10.21107/agriekonomika.v7i1.1068

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2018 Agriekonomika

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


Agriekonomika Journal Indexed by:

 

            
 
 
Creative Commons License
Copyright @ 2013 Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesia